Ada satu hadis yang membuat kita selalu khawatir, ada salah satu te mpat di neraka yang Jahannam saja berlindung darinya sehari berpuluh kali, salah satu tempat bagiaan dari neraka yang jahannam berlindung puluhan kali dalam satu harinya, saking mengerikannya tempat itu, dan ternyata tempat itu diperuntukkan bagi mereka yang hafal Al quran, mereka ingin menyampaikan ilmu, mereka ingin menyampaikan kebenaran, tetapi tujuannya bukan untuk ridho Allah, tetapi untuk tepuk tangan manuisa dan dunia. sepertiga bangunan sunnah itu terletak kepada penjagaan hati. semakin kita tidak meniatkan bahwasannya apa yang kita lakukan bukan untuk harta dan pujian manusia berarti kita semakin mendekati bisa bermakmum dengan Rasulullah Shollalhu alaihi wasallam. tetapi semakin kita tidak mempedulikan hati kita maka semakin jauh dari makmum nabi, karena untuk mendekatkan posisi keimanan kita dengan Rasulullah shollallahu alihi wasallam itu jagalah niat setiap waktu. Suruh anak-anak kita kalau sekolah, jangan hanya dilepas saja, dekap anak kita ketika sebelum sekolah, nak kamu sekolah bukan untuk nilai dan bukan untuk ijazah, terlalu letih untuk mama kalau harus antar kamu setiap pagi tapi ujungnya hanya selembar kertas, terlalu capek ayahmu kalau harus memberikan rejeki kepadamu dari pagi jam tujuh berangkat jam empat lima baru pulang hanya untuk mengantarmu jadi pegawai semata, terlalu rugi, dekap dan diakhiri dengan bahasa yang kita rubah supaya anak kita tidak bosan, bukan nilai dan ijazah supaya kamu nanti bisa bekerja, tapi kamu belajar ya nak, supaya kamu bisa memberi sesuatu kepada agama dan Allah, dari sekecil mungkin itu kita tanamkan, itu niat kenapa ? karena niat itu perkara yang paling mahal di sisi Allah. tidak ada bagian yang paling dijadikan spotlight oleh Allah dalam setiap kehidupan kita kecuali niat. (ustd oemar mitha)