Senin, 24 November 2025

Niat Spotlight Amal

 

Ada satu hadis yang membuat kita selalu khawatir, ada salah satu te mpat di neraka yang Jahannam saja berlindung darinya sehari berpuluh kali, salah satu tempat bagiaan dari neraka yang jahannam berlindung puluhan kali dalam satu harinya, saking mengerikannya tempat itu, dan ternyata tempat itu diperuntukkan bagi mereka yang hafal Al quran, mereka ingin menyampaikan ilmu, mereka ingin menyampaikan kebenaran, tetapi tujuannya bukan untuk ridho Allah, tetapi untuk tepuk tangan manuisa dan dunia. sepertiga bangunan sunnah itu terletak kepada penjagaan hati. semakin kita tidak meniatkan bahwasannya apa yang kita lakukan bukan untuk harta dan pujian manusia  berarti kita semakin mendekati bisa bermakmum dengan Rasulullah Shollalhu alaihi wasallam. tetapi semakin kita tidak mempedulikan hati kita maka semakin jauh dari makmum nabi, karena untuk mendekatkan posisi keimanan kita dengan Rasulullah shollallahu alihi wasallam itu jagalah niat setiap waktu. Suruh anak-anak kita kalau sekolah, jangan hanya dilepas saja, dekap anak kita ketika sebelum sekolah, nak kamu sekolah bukan untuk nilai dan bukan untuk ijazah, terlalu letih untuk mama kalau harus antar kamu setiap pagi tapi ujungnya hanya selembar kertas, terlalu capek ayahmu kalau harus memberikan rejeki kepadamu dari pagi jam tujuh berangkat jam empat lima baru pulang hanya untuk mengantarmu jadi pegawai semata, terlalu rugi, dekap dan diakhiri dengan bahasa yang kita rubah supaya anak kita tidak bosan, bukan nilai dan ijazah supaya kamu nanti bisa bekerja, tapi kamu belajar ya nak, supaya kamu bisa memberi sesuatu kepada agama dan Allah, dari sekecil mungkin itu kita tanamkan, itu niat kenapa ? karena niat itu perkara yang paling mahal di sisi Allah. tidak ada bagian yang paling dijadikan spotlight oleh Allah dalam setiap kehidupan kita kecuali niat. (ustd oemar mitha)

Jumat, 14 November 2025

NAFAS DAN CINTA SAHABAT NABI

Bacalah sirahnya dan jangan berhenti menelaah keindahan akhlaqnya, sebab hanya dengan itu kita akan mngerti mengapa ekspresi cinta sahabat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melampaui logika kita hari ini. ekspresi cinta yang digambarkan oleh sayyidina Abu Bakar alaihissalam dengan ungkapan " fasyaribu hatta rodhitu" cukup menyaksikan baginda nabi minum dahagaku ikut hilang". dan lihatlah syyidina Abu Ayyub al anshori ketika tahu bahwa Rasulullah shollallahu alihi wasallam tidak menyukai bawang, bukan karena haram, namun karena nabi menjaga keharuman lisannya yang sering berdialog dengan Jibril, Abu ayyub pun berhenti memakannya. dan saat ditanya mengapa kau tak memakannya,.  Beliau menjawab " Fa inni akrohu ma takrohu". (shahih muslim, juz 3 hal. 1623 no 2053) apa yang tidak disukai Rasulullah akupun tidak menyukainya. lalu lihatlah sayyidina Khubaib bin Adi, sahabat nabi yang disiksa dalam peristiwa Al raji', ketika hendak dieksekusi, algojo memberinya tawaran, kau bisa bebas! asalhan bawa Muhammad ke sini menggantikan posisimu!. apa jawab Khubaib ? " wallahi ma uhibbu an akuna aaminan fi ahli wawalidi wa anna Muhammadan yusyaku bissyaukati" aku tak akan pernah sudi bila diriku selamat, hidup nyaman bersama keluargaku, sementara kekasihku Muhammad tertusuk duri kecil di tubuhnya, habisi aku tapi jangan usik kekasihku Muhammad Rasulullah shollallahu alaihi wasallam! inilah mahabbah yang terlahir dari iman yang hanya bisa difahami bila kita terus membaca sirahnya.(Dzul Fahmi Kasto)

Kamis, 13 November 2025

ADAB GURU DAN MURID

 Siapa yang lebih beruntung dari sahabat ABU AYYUB AL ANSHORI, ketika rumahnya terpilih sebagi tempat istirahat Rasulullah SAW di awal hijrah ke Madinah, rumah Abu Ayub yang memiliki 2 lantai itu amatlah sederhana. Namun disinilah teladan adab antara Rasul Shollallahu alaihi wasallam dan sahabatnya begitu terlihat jelas. Ya Rasulullah pilihlah lantai mana yang kau inginkan ataskah atau bawah, Nabi berkata " Ashuflu bil arfaq, biarkan akau di bawah saja". Di malam itu Abu ayyub dan istrinya gelisah sampai disebutan tak mampu memejamkan mata "istriku bagaimana mungkin kita di atas sedangkan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam ada di bawah kita, esoknya dia curhat ke baginda Nabi, beliau Shollallahu alaihi wasallam tersenyum " Haunin alaika Ya aba Ayyub" tenangkan dirimu, aku memilih di bawah karena banyak tamu dan utusan yang datang kepadaku setiap waktu. Suatu malam wadah air di lantai ats tumpah, airnya menetes ke bawah, Abu ayyub dan istri panik, merekaambil selimut tidur mengelap lantai perlahan tak ingin setetespun air itu mengenai Rasulullah. esoknya abu ayyub memohon kepada baginda nabi " La a'lu saqifatan anta tahtaha" (sahih muslim hal 1623, no 2053) aku tak akan pernah tinggal di sebuah lantai sedangkan engkau ada di bawahnya. Baginda nabi akhirnya menyanggupi untuk pindah ke atas. kisah ini adalah potret nyata bahwa dalam islam relasi guru dan murid di bangun di atas adab. " SEORANG GURU SEJATI TAK AKAN PERNAH MENUNTUT UNTUK DIHORMATI, NAMUN SEORANG MURID SETIA AKAN SELALU MENCARI CARA UNTUK MEMULIAKAN GURUNYA". (Dzul fahmi Kasto )

Niat Spotlight Amal

  Ada satu hadis yang membuat kita selalu khawatir, ada salah satu te mpat di neraka yang Jahannam saja berlindung darinya sehari berpuluh k...