Selasa, 18 Agustus 2026

RASULULLAH PELIPURKU

 

Sebenarnya ada rasa ingin kuungkapkan, tapi ada rasa khawatir jika ungkapan perasaanku ini menjadi pengurang cinta yang ada di hatiku. Aku takut dengan semakin banyak ungkapan cinta ini kuungkapkan maka akan mengikis rasa cinta yang sudah ada dalam hatiku. Tetapi setiap kali aku mengucapkan namanya  kepada orang lain, ada rasa yang tidak bisa kusembunyikan, ada getaran yang tak bisa ku tahan, yaitu tumpahnya air mata, dan itu membuatku takut dan khawatir akan mengikis cintaku karena sudah terpapar oleh keinginan syahwatku agar dianggap perindu sejati. Jika rinduku tak  tersembunyi lagi, maka perasaan ini tak pantas lagi untuk mendekap cintaku padanya secara utuh. 

SHOLATKU KEBAHAGIAANKU

 Surat al an’am 162

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
[QS. Al-An’am: 162]

Tafsir as-Sa’di:
Ayat sebelumnya masih umum, dan ayat ini lebih khusus, dengan menyebutkan ibadah yang utama. Ada yang mengartikan “nusuk” di ayat ini dengan “sembelihanku”. Disebutkan shalat dan kurban adalah karena keutamaan kedua ibadah ini, di mana hal itu menunjukkan cinta kepada Allah Ta’ala, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan menunjukkan pendekatan diri kepada Allah baik dengan hati, lisan, anggota badan maupun dengan harta.


Ma’sirol muslimin rahimakumullah.

Ayat di atas kata sholati diucapkan paling depan, itu memberikan makna bahwa sholat adalah ibadah yang utama, artinya sholatku, nusukku untuk mendukung sholatku, hidupku untuk mengisi sholatku, matikupun untuk menyempurnakan sholatku. Ini berarti matiku , hidupku, nusukku akan sempurna jika akau menyempurnakan sholatku dan sholatku akan menjadi sempurna jika kupersembahkan hanya untuk dzat yang paling sempurna yaitu Allah SWT.

Syaikh Moh Ali Aziz dalam bukunya “Bahagia dengan Sholat” menjelaskan, bahwa dua hal yang pekerjaan menunggu dapat membuat hidup sesorang menjadi Bahagia dunia dan akhirat:

1. Menunggu waktu sholat

Jika kita selesai sholat dhuhur maka kita berdoa agar bisa dipertemukan Allah dengan waktu ashar, setelah sholat ashar kita berdoa lagi agar dapat Kembali melaksanakan sholat maghrib, begitu seterusnya. Artinya semua pekerjaan yang kita kerjakan setelah sholat, jadi pedagang, petani, pegawai, maka semua pekerjaan itu kita lakukan hanya untuk perantara menunggu sholat berikutnya.

Menunggu ajal Ketika dijemput Izrail kita dalam kedaan menunggu waktu sholat atau dalam keadaan sujud kepada Allah

TEMAN SETIA DI ALAM BARZAKH

 

Surah Al-An'am ayat 93:
« وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ »
Artinya: "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim itu berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): 'Keluarkanlah nyawamu!

 

Suatu saat nanti, kita pasti akan meninggalkan alam dunia yang fan aini. Yang tua bisa mendahului yang lebih muda, yang muda bisa saja mendahului yang lebih tua…kita tidak akan pernah tahu kapan saat ajal menjemput kita…pada saat itu tiba, Ketika ajal kita tiba…maka sadarlah kita betapa segala yang ada didunia ini tidak ada arti apa-apa..istri atau suami yang kita cintai, harus kita tinggalkan…anak-cucu yang lucu-lucu yang kita sayangi tidak ada satupun yang bis akita ajak….harta kekayaan yang kita begitu sibuk mengumpulkannya sampai kadang-kadang kita lupa ada hak orang lain…senang kita Ketika bertambah, sedih bila berkurang…pangkat jabatan yang kita begitu sangat takut kalua sampai lepas dari tangan kita,…suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, rela atau tidak rela…harus kita tinggalkan semua di alam dunia yang fan aini…lalu pergilah kita…kemana kita pergi…ke alam barzakh….melanjutkan perjalanan kea lam barzakh…perjalanan yang sangat jauh sekali…Dalam hadist yang diriwayatkan Ahmad Bin Hambal dalam musnadnya, untuk sampai ke tempat itu harus melewati sekian lapisan langit “ wayustatftahu muqorrabaha fi ssama’I allati yalihiha hatta ilas samaa’I ssabi’ah”.perjalanan yang sangat jauh, perjalanan yang sangat sepi…tidak ada satupun yang bis akita bawa…tidak ada seorangpun yang bis akita ajak, bahkan mungkin tidak seorangpun yang mau diajak…perjalanan yang sangat jauh dan sepi…hanya ada satu kata Rasulullah SAW,…prendampin hidup kita yang setia yang bisa menyelamatkan kita di alam barzakh dan kelak di akhirat nanti Adalah iman dan ibadah kita…bahkan dalam hadist yang lebh spesifik, pendamping setia kita Adalah, sholat, shodaqoh dan baca quran…semoga Allah senantiasa melindungi kita dengan Akhir yang husnul khotimah…Aamiin…

RASULULLAH PELIPURKU

  Sebenarnya ada rasa ingin kuungkapkan, tapi ada rasa khawatir jika ungkapan perasaanku ini menjadi pengurang cinta yang ada di hatiku. Aku...