BEKAL PULANG
(Bagian 2)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku pernah duduk bersama Nabi SAW, lalu datang seorang laki-laki dari kalangan Ansar yang bertanya, "Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling cerdas?" Beliau menjawab:
أَنْصَارِيٌّ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اِسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ
"Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah kematian. Mereka itulah orang-orang yang cerdas."
(HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syekh Al-Albani
Kalau ada orang masih merasa kurang nyaman, gelisah dan khawatir bila diwafatkan…di saat itu dia merenung…ini sudah fitrah menunjukkan ada kekurangan bekal yang ada dalam jiwanya…dan merasakan ada bekal yang kurang untuk dibawa pulang…yang paling mencengangkan dan paling tidak masuk akal…sudah tahu…sudah merasa bekalnya kurang…sudah tahu yang kemarin itu masih masih banyak kurangnya…kok sisa yang diberikan masih main-main juga…kok sisa waktu yang diberikan masih belum serius juga…jadi kalua sampai jumat ini …sampai detik ini belum mampu merubah kita…untuk dekat dengan Allah…Njenengan butuh berapa jumat lagi…njenengan butuh berapa tahun baru lagi…apamasih senang hanya dengan urusan dunia njenengan rayakan…sementara besok kita pasti akan berpulang ke hadapan Allah….ingat akhirat bukan berarti meninggalkan dunia…tapi juga bukan berarti hanya ngurus dunia dan lupa akhirat
Rasulullah SAW bersabda:
وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ - وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ - فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ؟
"Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, lalu lihatlah apa yang tersisa di jarinya."
(HR. Muslim no. 2858)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar